Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Intel dikabarkan akan kembali memfokuskan pasokan prosesor generasi lama untuk memenuhi permintaan pasar PC yang terus berubah akibat mahalnya harga memori DDR5. Sejumlah laporan menyebut perusahaan akan meningkatkan produksi prosesor Core Generasi ke-10 Comet Lake, Generasi ke-12 Alder Lake, serta Generasi ke-13 dan ke-14 Raptor Lake. Langkah ini dilakukan seiring produsen motherboard yang mulai kembali memproduksi platform berbasis DDR4 karena biaya membangun sistem DDR5 semakin tidak terjangkau. Menurut laporan Channel Gate yang mengutip dokumen strategi penjualan Intel untuk kuartal ketiga 2026, peningkatan pasokan tersebut saat ini difokuskan untuk pasar China. Menariknya, Intel sebelumnya memang telah menyiapkan tambahan produksi Raptor Lake guna memenuhi permintaan global. Namun, kembalinya Comet Lake dan Alder Lake menunjukkan bahwa perusahaan melihat platform DDR4 masih memiliki peran penting di tengah krisis harga memori yang belum mereda. Harga kit DDR5 saat ini dilaporkan t...

