Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Penjualan laptop global mencatatkan kinerja lebih baik dari perkiraan pasar pada kuartal pertama 2026 (1Q26), dengan pertumbuhan tahunan (YoY) berhasil bertahan di zona positif meski permintaan global masih tertekan. Data terbaru dari DIGITIMES yang dirilis Juli 2026 mengungkap dinamika menarik di balik tren penjualan laptop global sepanjang tahun ini. Berdasarkan data tersebut, penjualan laptop global pada 1Q26 tercatat sebesar 43,1 juta unit, turun 7,2% secara kuartalan (QoQ) dibandingkan 4Q25 yang mencapai 46,5 juta unit. Kendati volume menurun, pertumbuhan tahunan tetap positif di angka 2,0%, melanjutkan capaian serupa pada kuartal sebelumnya. Sepanjang periode 2Q25 hingga 1Q26, penjualan laptop global secara konsisten menurun dari 47,1 juta unit menjadi 43,1 juta unit. Namun, angka YoY yang tetap positif selama empat kuartal berturut-turut menunjukkan bahwa pasar laptop global masih mampu bertahan di tengah tekanan permintaan yang melemah secara global. Sayangnya, proyeksi ke depa...

