Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
AMD kembali memperluas jajaran prosesor murah untuk laptop dengan menghadirkan empat model baru dalam keluarga Ryzen 100 Mobile, yaitu Ryzen 9 180, Ryzen 7 165, Ryzen 7 155, dan Ryzen 5 125. Keempat prosesor tersebut resmi diperkenalkan pada 2 Juni 2026 dan ditujukan untuk memperkuat segmen laptop entry-level hingga mainstream. Secara resmi, AMD menyebut seluruh prosesor baru tersebut menggunakan arsitektur Zen 3+. Namun, laporan dari sumber hardware Golden Pig Upgrade Pack mengindikasikan bahwa chip tersebut sebenarnya menggunakan silikon Hawk Point yang berbasis arsitektur Zen 4. Jika benar, pengguna berpotensi memperoleh performa dan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan spesifikasi resmi yang tercantum. Indikasi tersebut muncul dari sejumlah kesamaan teknis, mulai dari codename internal prosesor, proses fabrikasi, dukungan kecepatan memori, hingga penggunaan grafis terintegrasi Radeon yang identik dengan platform Hawk Point. Hal ini memunculkan dugaan bahwa AMD memanfaat...

