Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Keuntungan besar yang dikeruk Samsung dan SK hynix selama krisis pasokan DRAM rupanya membuat pemasok level atas seperti ASML menjadi iri hati. Perusahaan asal Belanda tersebut dilaporkan akan menaikkan harga guna mengejar margin keuntungan setara kliennya sendiri. Berdasarkan laporan The Elec, ASML menetapkan kenaikan harga flat sebesar 10 persen untuk setiap komponen pengganti pada mesin EUV maupun DUV. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku mulai Januari 2027, dengan proposal sudah dikirim ke Samsung dan SK hynix lewat anak perusahaan masing masing di Korea bulan lalu. Mengingat skala keuntungan kedua produsen chip tersebut, kenaikan 10 persen rupanya dianggap tidak seberapa, sehingga keduanya disebut telah menyetujui perubahan ini. Komponen yang terdampak kenaikan harga mencakup perangkat fotolitografi, lensa optik, cermin, sumber cahaya, hingga aktuator presisi, semua bagian yang rentan aus seiring pemakaian. Sebagai satu satunya produsen mesin EUV tercanggih di dunia, ASML tampak...
