Langsung ke konten utama

Spesifikasi Realme Narzo, Hape Android Murah 2 Jutaan

Realme terus memperbarui lini produknya dan terbukti terus meningkatkan penjualan mereka di pasar Indonesia. Dalam waktu dekat, mereka akan kembali menghadirkan produk mutakhirnya, yang seperti biasa. Murah, tapi bagus.

Realme Narzo namanya. Ya, smartphone yang akan segera dijual dalam waktu dekat ini masih diperkuat oleh prosesor MediaTek mumpuni. Narzo 10, yang disebut-sebut sebagai rebranded dari Realme 6i akan memakai tenaga MediaTek Helio G80. Sangat menggoda tentunya.


Sebagai gambaran, kalau Anda berprasangka bahwa prosesor MediaTek itu lemot dan panas, artinya Anda berburuk sangka. Pasalnya, chipset MediaTek Helio G80 merupakan chip prosesor yang dirancang khusus untuk fokus di sektor gaming.


Artinya, Realme Narzo 10 pun akan hadir sebagai smartphone yang menawarkan pengalaman gaming yang lebih menyenangkan.


Untuk memberikan kenyamanan lebih saat bermain game, Realme Narzo 10 akan diperkuat oleh baterai berkapasitas 5.000mAh, sama seperti Realme 6i. Baterai berkapasitas besar tersebut juga sudah mendukung teknologi Quick Charge.

Tak hanya satu model saja yang disiapkan Realme. Selain Narzo 10, mereka pun menyiapkan varian lainnya yakni Narzo 10A. Berdasarkan pengumuman di akun Twitter resminya, Realme mengatakan bahwa acara peluncuran Narzo 10 dan Narzo 10A hanya akan digelar secara online dan berlanjut ke dan penjualan segera setelahnya.


Baca Juga:
Namun demikian, sama seperti seri Narzo 10, sejumlah rumor pun bertebaran di Internet. Termasuk dugaan bahwa Narzo 10 dan Narzo 10A adalah smartphone Realme 6i dan Realme C3 yang berganti nama.

Jika benar, maka Realme Narzo 10 diperkirakan tiba mengemas layar berukuran 6,5 inci bergaya tetesan air yang membanggakan kamera utama 48 megapiksel di belakang dalam pengaturan quad-camera.

Sedangkan untuk Narzo 10A, kita mungkin akan melihatnya datang dengan desain tetesan air juga tetapi hanya menawarkan pengaturan triple-camera di belakang.

Untuk dapur pacu, Realme Narzo 10A akan mengandalkan prosesor MediaTek Helio G70 yang hadir dalam beberapa varian memori dan juga dihidupkan dengan baterai berkapasitas besar.


Sebagai gambaran, Narzo sendiri merupakan seri smartphone baru dari Realme yang dibuat untuk para generasi Z. Dan jika melihat target pasar yang dituju, kita bisa memahami bahwa Realme meluncurkan kedua smartphone barunya itu dengan membawa fitur-fitur menarik, dan memiliki label sisi harga yang terjangkau.

Dikabarkan, Realme Narzo 10 akan dijual di harga Rp2 jutaan saja. Menarik sekali!

Postingan Populer

Review Asus Vivobook 14 A1407QA. Laptop Copilot+ PC Paling Murah!

Perkembangan kecerdasan buatan dalam komputasi semakin pesat. Dan tren yang berkembang saat ini dalam industri laptop adalah hadirnya Copilot+ PC besutan Microsoft, yang terus membenahi Windows 11 dengan fitur-fitur AI terbarunya. Sebagai gambaran, teknologi ini memungkinkan laptop untuk menjalankan berbagai tugas berbasis AI secara lokal, tanpa harus selalu bergantung pada cloud alias terhubung ke Internet. Nah, salah satu syarat utama agar laptop mampu mengadopsi tren ini dengan baik adalah kehadiran Neural Processing Unit (NPU) yang kuat, dengan kemampuan setidaknya 45 TOPS untuk menangani berbagai skenario pemrosesan AI. Seperti diketahui, laptop masa depan diharapkan tidak hanya mengandalkan CPU dan GPU untuk menangani komputasi berat, tetapi juga memanfaatkan NPU untuk meningkatkan efisiensi daya dan performa dalam tugas berbasis kecerdasan buatan. Di pasaran, Asus baru-baru ini menghadirkan seri Vivobook 14 A1407QA yang hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X. Prosesor terse...

Review Asus Vivobook Flip 14 (TP3407), Laptop Lipat Layar OLED, Baterai Awet

Dalam beberapa tahun terakhir, tipe laptop convertible semakin diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari para pelajar hingga kaum profesional. Fleksibilitas desain yang memungkinkan mode penggunaan berbeda, mulai dari mode laptop, stand, tenda hingga tablet, memberikan nilai tambah bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Selain itu, layar sentuh dan dukungan stylus semakin memudahkan aktivitas kreatif dan pencatatan digital, menjadikan laptop convertible pilihan ideal untuk produktivitas modern. Di sisi lain, daya tahan baterai menjadi faktor utama yang dipertimbangkan pengguna dalam memilih laptop. Dengan meningkatnya kebutuhan akan perangkat yang bisa bertahan seharian tanpa sering mengisi ulang daya, laptop dengan efisiensi daya tinggi semakin populer.  Asus Vivobook Flip 14 TP3407 hadir sebagai solusi yang menggabungkan desain convertible, layar OLED berkualitas tinggi, dan daya tahan baterai yang cukup andal. Untuk itu, mari kita sedikit mengupas apa yang ditawarkan Asus lewa...

Nvidia Umumkan GPU Terbaru, RTX PRO 6000 untuk Profesional

Nvidia telah mengumumkan seri GPU RTX PRO 6000 Blackwell untuk workstation di ajang GPU Technology Conference (GTC) 2025. GPU powerful tersebut mencakup varian desktop, laptop, dan edisi server untuk pusat data atau datacenter. Arsitektur Blackwell yang digunakan pada lini GPU tersebut membawa peningkatan signifikan, termasuk multiprosesor streaming baru, inti RT generasi keempat, inti Tensor generasi kelima, NVENC dan NVDEC terbaru, dukungan DisplayPort 2.1, serta fitur Multi-Instance GPU (MIG). Seri ini mencakup 12 SKU berbasis GPU GB202 dan GB203 untuk desktop, dengan hingga 24.064 inti CUDA, memori ECC GDDR7 hingga 96GB pada antarmuka 512-bit, dan TDP maksimum 600W. Adapun yang menjadi model andalan terbaru Nvidia antara lain adalah RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition, RTX PRO 6000 Blackwell Workstation Edition dan RTX PRO 6000 Blackwell Max-Q Workstation Edition. Ketiganya memiliki spesifikasi inti yang sama tetapi berbeda dalam pendinginan dan TDP. Edisi Server memiliki TDP 400...

Huawei Terancam Stop Windows, Beralih ke Linux dan HarmonyOS?

Hubungan Huawei dengan Amerika Serikat kembali menghadapi tantangan baru. Lisensi Microsoft untuk laptop Huawei akan berakhir bulan ini, membuat masa depan laptop berbasis Windows dari perusahaan Tiongkok tersebut berada dalam ketidakpastian. Kecuali Huawei berhasil mendapatkan perpanjangan lisensi dari Microsoft, perusahaan tersebut harus meninggalkan Windows dan beralih ke Linux atau sistem operasi buatannya sendiri, HarmonyOS. Dengan dominasi Apple di pasar laptop premium serta posisi Windows yang kuat di dunia bisnis dan gaming, transisi tersebut bisa membuat laptop Huawei menjadi kurang menarik di pasar luar Tiongkok. Huawei sendiri telah menyatakan niatnya untuk meninggalkan Windows pada model laptop masa depan mereka. Sebagai langkah konkret, perusahaan akan merilis perangkat yang disebut "AI PC" pada April mendatang. Kabarnya, laptop baru tersebut akan ditenagai oleh prosesor Kunpeng buatan Huawei dan sistem operasi HarmonyOS. Menggantikan Copilot+, ia akan dilengkapi...

Bikin Chip dan OS Sendiri, Apple Ikuti Langkah Apple?

Huawei semakin mempercepat langkah mereka untuk menghapus ketergantungan pada teknologi Amerika, dengan mengandalkan chip Kirin X90 buatannya sendiri. Chip tersebut baru saja mendapatkan sertifikasi keamanan nasional Level 2 dari China’s Information Technology Security Evaluation Centre, yang membuka jalan bagi penggunaannya di sektor pemerintahan dan segmen perusahaan. Dengan sanksi AS yang terus menekan rantai pasokannya, Huawei kini beralih sepenuhnya ke prosesor dalam negeri. Setelah Washington mencabut lisensi khusus Intel dan Qualcomm untuk memasok chip lama ke Huawei, perusahaan ini juga bersiap untuk mengganti Windows dengan HarmonyOS di PC yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Sebelumnya, Huawei mengandalkan prosesor Intel Core dan Snapdragon dari Qualcomm untuk laptopnya. Kini, laptop Qingyun W515x dan L540, yang menggunakan chip Kirin 9000C dan 9006C, telah mendapatkan sertifikasi, membuka jalan bagi peluncuran lebih luas di China. Bos bisnis konsumen Huawei, Richard Yu Che...