Langsung ke konten utama

Bjorka Berulah Lagi, Data PeduliLindungi Bocor

Hacker Bjorka yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu kembali beraksi. Kali ini, Bjorka melakukan penerobosan ke database aplikasi PeduliLindungi. 

Sebelum ini, Bjorka telah membobol data pengguna IndiHome dan juga data SIM card seluruh pengguna di Indonesia. Bahkan data KPU, bahkan dokumen rahasia Presiden Republik Indonesia pun tak lolos dari penerobosan.


Data-data yang sifatnya sangat penting itu diambil secara ilegal. Dan mirisnya, data-data kemudian dijual dengan harga yang terbilang murah dibandingkan dengan nilai data yang sangat rahasia tersebut.

Bjorka sebelumnya pernah mengumbar janji akan membocorkan data aplikasi PeduliLindungi setelah ia berhasil membocorkan data MyPertamina.


Kali ini, data pengguna PeduliLindingi yang bocor terdiri dari Nama, Email, NIK, Tanggal Lahir, Nomor Telepon, Identitas Perangkat, Status Covid-19, Riwayat Check in dan Check out, Riwayat Pelacakan Kontak, Data Vaksinasi dan masih banyak data lainnya yang terdapat di aplikasi tersebut.

Saat ini, terdapat 3,2 miliar data dengan ukuran 157 GB yang Bjorka curi yang katanya diambil pada November 2022. Dan seperti biasa, Bjorka menjual datanya. 

Kali ini Bjorka menjual data tersebut senilai USD 100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar yang nilai pertukarannya menggunakan Bitcoin. Informasi ini didapatkan dari lembaga riset Communication & Information System Security Reasearch Center atau CISSReC.

Data yang dicuri Bjorka kali ini pun sepertinya valid. Meski begitu, keaslian data ini hanya bisa diungkap oleh instansi yang terlibat dalam aplikasi PeduliLindungi, yaitu Kominfo, Kemen BUMN, Kemenkes, dan Telkom.


Baca juga:


Alfons Tanujaya, pakar keamanan dari Vaksincom menyayangkan hal ini terjadi lagi. Menurutnya, pihak pengelola data memiliki record siapa saja yang bisa mengakses data tersebut. 

Alfons juga bertanya-tanya apakah badan publik yang mengelola data besar ini memperlakukan data yang sangat penting dengan asal-asalan. Seharusnya, pihak pengelola memberlakukan enskripsi terlebih untuk data yang rentan seperti NIK dan nomor telepon.

Bagaimanapun, yang paling dirugikan dalam kebocoran data ini adalah masyarakat. Data-data yang tersimpan pada aplikasi PeduliLindungi merupakan data yang krusial yang bisa jadi disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Pengelola data besar ini tentunya diharapkan dapat mengamankan data sehingga kejadian kebocoran data seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Postingan Populer

Review Asus Vivobook 14 A1407QA. Laptop Copilot+ PC Paling Murah!

Perkembangan kecerdasan buatan dalam komputasi semakin pesat. Dan tren yang berkembang saat ini dalam industri laptop adalah hadirnya Copilot+ PC besutan Microsoft, yang terus membenahi Windows 11 dengan fitur-fitur AI terbarunya. Sebagai gambaran, teknologi ini memungkinkan laptop untuk menjalankan berbagai tugas berbasis AI secara lokal, tanpa harus selalu bergantung pada cloud alias terhubung ke Internet. Nah, salah satu syarat utama agar laptop mampu mengadopsi tren ini dengan baik adalah kehadiran Neural Processing Unit (NPU) yang kuat, dengan kemampuan setidaknya 45 TOPS untuk menangani berbagai skenario pemrosesan AI. Seperti diketahui, laptop masa depan diharapkan tidak hanya mengandalkan CPU dan GPU untuk menangani komputasi berat, tetapi juga memanfaatkan NPU untuk meningkatkan efisiensi daya dan performa dalam tugas berbasis kecerdasan buatan. Di pasaran, Asus baru-baru ini menghadirkan seri Vivobook 14 A1407QA yang hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X. Prosesor terse...

Review Asus Vivobook Flip 14 (TP3407), Laptop Lipat Layar OLED, Baterai Awet

Dalam beberapa tahun terakhir, tipe laptop convertible semakin diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari para pelajar hingga kaum profesional. Fleksibilitas desain yang memungkinkan mode penggunaan berbeda, mulai dari mode laptop, stand, tenda hingga tablet, memberikan nilai tambah bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Selain itu, layar sentuh dan dukungan stylus semakin memudahkan aktivitas kreatif dan pencatatan digital, menjadikan laptop convertible pilihan ideal untuk produktivitas modern. Di sisi lain, daya tahan baterai menjadi faktor utama yang dipertimbangkan pengguna dalam memilih laptop. Dengan meningkatnya kebutuhan akan perangkat yang bisa bertahan seharian tanpa sering mengisi ulang daya, laptop dengan efisiensi daya tinggi semakin populer.  Asus Vivobook Flip 14 TP3407 hadir sebagai solusi yang menggabungkan desain convertible, layar OLED berkualitas tinggi, dan daya tahan baterai yang cukup andal. Untuk itu, mari kita sedikit mengupas apa yang ditawarkan Asus lewa...

Nvidia Umumkan GPU Terbaru, RTX PRO 6000 untuk Profesional

Nvidia telah mengumumkan seri GPU RTX PRO 6000 Blackwell untuk workstation di ajang GPU Technology Conference (GTC) 2025. GPU powerful tersebut mencakup varian desktop, laptop, dan edisi server untuk pusat data atau datacenter. Arsitektur Blackwell yang digunakan pada lini GPU tersebut membawa peningkatan signifikan, termasuk multiprosesor streaming baru, inti RT generasi keempat, inti Tensor generasi kelima, NVENC dan NVDEC terbaru, dukungan DisplayPort 2.1, serta fitur Multi-Instance GPU (MIG). Seri ini mencakup 12 SKU berbasis GPU GB202 dan GB203 untuk desktop, dengan hingga 24.064 inti CUDA, memori ECC GDDR7 hingga 96GB pada antarmuka 512-bit, dan TDP maksimum 600W. Adapun yang menjadi model andalan terbaru Nvidia antara lain adalah RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition, RTX PRO 6000 Blackwell Workstation Edition dan RTX PRO 6000 Blackwell Max-Q Workstation Edition. Ketiganya memiliki spesifikasi inti yang sama tetapi berbeda dalam pendinginan dan TDP. Edisi Server memiliki TDP 400...

Bikin Chip dan OS Sendiri, Apple Ikuti Langkah Apple?

Huawei semakin mempercepat langkah mereka untuk menghapus ketergantungan pada teknologi Amerika, dengan mengandalkan chip Kirin X90 buatannya sendiri. Chip tersebut baru saja mendapatkan sertifikasi keamanan nasional Level 2 dari China’s Information Technology Security Evaluation Centre, yang membuka jalan bagi penggunaannya di sektor pemerintahan dan segmen perusahaan. Dengan sanksi AS yang terus menekan rantai pasokannya, Huawei kini beralih sepenuhnya ke prosesor dalam negeri. Setelah Washington mencabut lisensi khusus Intel dan Qualcomm untuk memasok chip lama ke Huawei, perusahaan ini juga bersiap untuk mengganti Windows dengan HarmonyOS di PC yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Sebelumnya, Huawei mengandalkan prosesor Intel Core dan Snapdragon dari Qualcomm untuk laptopnya. Kini, laptop Qingyun W515x dan L540, yang menggunakan chip Kirin 9000C dan 9006C, telah mendapatkan sertifikasi, membuka jalan bagi peluncuran lebih luas di China. Bos bisnis konsumen Huawei, Richard Yu Che...

Huawei Terancam Stop Windows, Beralih ke Linux dan HarmonyOS?

Hubungan Huawei dengan Amerika Serikat kembali menghadapi tantangan baru. Lisensi Microsoft untuk laptop Huawei akan berakhir bulan ini, membuat masa depan laptop berbasis Windows dari perusahaan Tiongkok tersebut berada dalam ketidakpastian. Kecuali Huawei berhasil mendapatkan perpanjangan lisensi dari Microsoft, perusahaan tersebut harus meninggalkan Windows dan beralih ke Linux atau sistem operasi buatannya sendiri, HarmonyOS. Dengan dominasi Apple di pasar laptop premium serta posisi Windows yang kuat di dunia bisnis dan gaming, transisi tersebut bisa membuat laptop Huawei menjadi kurang menarik di pasar luar Tiongkok. Huawei sendiri telah menyatakan niatnya untuk meninggalkan Windows pada model laptop masa depan mereka. Sebagai langkah konkret, perusahaan akan merilis perangkat yang disebut "AI PC" pada April mendatang. Kabarnya, laptop baru tersebut akan ditenagai oleh prosesor Kunpeng buatan Huawei dan sistem operasi HarmonyOS. Menggantikan Copilot+, ia akan dilengkapi...