Intel semakin serius memasuki pasar handheld gaming yang tengah berkembang pesat dan siap menantang dominasi AMD. VP Intel, Robert Hallock, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah memperkuat timnya untuk mendukung produsen perangkat gaming portabel.
Meskipun grafis Arc milik Intel terus berkembang, perusahaan ini masih memiliki rekam jejak yang kurang meyakinkan di segmen handheld. Selama bertahun-tahun, AMD mendominasi dengan prosesor andalannya yang digunakan dalam perangkat seperti Steam Deck dan ASUS ROG Ally X. Sementara itu, upaya Intel sebelumnya, seperti MSI Claw A1M, gagal menarik minat pasar.
Salah satu tantangan terbesar Intel adalah menarik minat pengembang game. Hallock mengakui bahwa kurangnya akses ke perangkat pengujian yang tepat telah memberikan keuntungan bagi AMD. Untuk mengatasi hal ini, Intel berencana mendistribusikan perangkat devkit prototipe dengan chip terbaru mereka agar pengembang lebih mempertimbangkan platform Intel.
Intel berharap kehadiran chip Arrow Lake H dapat menjadi terobosan, dengan klaim performa setara RTX 3050 Laptop GPU. Namun, di tengah keunggulan efisiensi daya AMD dengan Ryzen Z1 Extreme, Intel perlu lebih dari sekadar performa tinggi untuk bersaing.
Daya tahan baterai menjadi faktor krusial dalam handheld gaming, dan Intel harus membuktikan bahwa chipnya dapat bersaing dengan efisiensi AMD. Dengan mengandalkan grafis Arc dan teknologi upscaling XeSS, Intel berharap bisa menawarkan rasio performa per watt yang kompetitif. Namun, dengan evolusi AMD FSR dan keunggulan NVIDIA DLSS 4, Intel masih memiliki banyak hal untuk dibuktikan.