Langsung ke konten utama

Asus Buka Pre-Order Laptop Gaming GeForce RTX 50 Series

Asus resmi membuka pre-order untuk ROG Strix SCAR 16/18 dan Strix G16/18 (2025), laptop gaming pertama di Indonesia dengan GPU Nvidia GeForce RTX 50 Series. Pemesanan berlangsung mulai 5 Maret hingga 30 April 2025 melalui ROG Exclusive Store, Asus Online Store, serta mitra resmi Asus di e-commerce.

Gamers yang mengikuti pre-order berhak mendapatkan ROG Go Core Headset dan game Monster Hunter Wilds tanpa diundi. Selain itu, mereka juga bisa mengikuti undian dengan hadiah perangkat gaming ROG senilai puluhan juta rupiah, termasuk ROG Swift OLED Monitor, ROG Phone 8, ROG Ally, dan lainnya.



Tertarik? Berikut ini spesifikasi unggulan ROG Strix SCAR 16/18 (2025)

  • Prosesor Intel® Core™ Ultra 9 275HX (24 core, 32 thread)
  • GPU Nvidia GeForce RTX™ 5090 Laptop
  • Layar ROG Nebula HDR 2.5K Mini LED, 240Hz, 100% DCI-P3
  • Sistem pendingin ROG Intelligent Cooling dengan Tri-Fan dan liquid metal
  • RAM DDR5-5600 hingga 64GB dan penyimpanan PCIe Gen4 SSD 4TB (upgrade ke PCIe Gen5, RAID 0)
  • Fitur kustomisasi AniMe Vision dan Aura RGB light bar

Adapun spesifikasi unggulan ROG Strix G16/18 (2025) adalah sebagai berikut:

  • Pilihan prosesor AMD Ryzen™ 9 9955HX3D atau Intel® Core™ Ultra 9 275HX
  • CPU Nvidia GeForce RTX™ 50 Series
  • Layar ROG Nebula Display 2.5K, 240Hz, ACR Technology
  • RAM DDR5 5600MHz hingga 32GB, penyimpanan PCIe Gen4 SSD ganda
  • Sistem pendingin Tri-Fan Technology dan heatsink full-width
  • Pilihan warna Volt Green dan Eclipse Gray

Dalam program kali ini, setiap gamers yang melakukan pre-order ROG Strix SCAR dan Strix G 16/18 (2025) berhak mendapatkan ROG Go Core Headset dan game Monster Hunter Wilds melalui Armoury Crate tanpa diundi! 

Selain itu, gamers juga berkesempatan untuk mengikuti undian eksklusif dengan total hadiah sebagai berikut:

  • 1 unit ASUS ROG Swift OLED PG27AQDM Gaming Monitor (senilai Rp18 juta)
  • 1 unit ROG Phone 8 Smartphone (senilai Rp10 juta)
  • 1 unit ROG Rapture GT-AX11000 Gaming Router (senilai Rp9 juta)
  • 2 unit ROG Ally RC71L Gaming Handheld (senilai Rp8 juta)
  • 1 unit ROG Chariot Core Gaming Chair (senilai Rp7,5 juta)
  • 2 unit ROG Strix XG27ACS Gaming Monitor (senilai Rp3,9 juta)
  • 2 unit ASUS TUF AX6000 Gaming Router (senilai Rp3,3 juta) 

Adapun Penukaran game Monster Hunter Wilds dapat dilakukan melalui Armoury Crate hingga tanggal 30 Mei 2025. 

Berikut ini cara untuk menukarkan game Monster Hunter Wilds: 

  1. Buka Armoury Crate yang sudah terpasang di laptop baru Anda. 
  2. Pada menu sebelah kiri, silakan menuju “User Center” > “Redemption”. Kemudian daftar atau masuk ke akun ASUS/ROG Anda. 
  3. Klik halaman promosi game dan masukan informasi yang diperlukan. 
  4. Setelah verfikasi berhasil, Steam code akan dikirimkan ke alamat email yang terdaftar 
  5. Aktifkan game di Steam saat game dirilis. 

Pemenang undian akan diumumkan pada tanggal 23 Mei 2025. Untuk informasi lengkapnya, kunjungi website ROG berikut ini.

Postingan Populer

Laptop Gaming Terbaik dan Tips Memilih Spesifikasinya

Laptop gaming adalah perangkat yang wajib dimiliki oleh para gamers, baik gamers pemula apalagi gamers profesional, untuk menunjang pengalaman bermain game. Khususnya terutama saat mereka akan memainkan game AAA yang berat.  Namun demikian, spesifikasi laptop gaming yang beredar di pasaran Indonesia saat ini sangat bervariasi. Banyaknya jumlah pilihan dari berbagai brand, bahkan sering kali satu brand laptop menghadirkan banyak opsi laptop gaming, mungkin membuat Anda bingung saat akan memilih. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda memilih laptop gaming yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda. Sebelum kami jabarkan satu persatu, berikut secara singkat tips memilih laptop gaming terbaik: Prioritaskan GPU terbaru dan CPU generasi terkini Pilih layar dengan refresh rate tinggi, ukuran sesuai, panel berkualitas, dan resolusi optimal Pilih RAM dengan kapasitas cukup dan slot tambahan Pilih penyimpanan dengan jenis SSD dan kapasitas besar, toh harga SSD sudah...

Review Asus Vivobook 14 A1407QA. Laptop Copilot+ PC Paling Murah!

Perkembangan kecerdasan buatan dalam komputasi semakin pesat. Dan tren yang berkembang saat ini dalam industri laptop adalah hadirnya Copilot+ PC besutan Microsoft, yang terus membenahi Windows 11 dengan fitur-fitur AI terbarunya. Sebagai gambaran, teknologi ini memungkinkan laptop untuk menjalankan berbagai tugas berbasis AI secara lokal, tanpa harus selalu bergantung pada cloud alias terhubung ke Internet. Nah, salah satu syarat utama agar laptop mampu mengadopsi tren ini dengan baik adalah kehadiran Neural Processing Unit (NPU) yang kuat, dengan kemampuan setidaknya 45 TOPS untuk menangani berbagai skenario pemrosesan AI. Seperti diketahui, laptop masa depan diharapkan tidak hanya mengandalkan CPU dan GPU untuk menangani komputasi berat, tetapi juga memanfaatkan NPU untuk meningkatkan efisiensi daya dan performa dalam tugas berbasis kecerdasan buatan. Di pasaran, Asus baru-baru ini menghadirkan seri Vivobook 14 A1407QA yang hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X. Prosesor terse...

Huawei Terancam Stop Windows, Beralih ke Linux dan HarmonyOS?

Hubungan Huawei dengan Amerika Serikat kembali menghadapi tantangan baru. Lisensi Microsoft untuk laptop Huawei akan berakhir bulan ini, membuat masa depan laptop berbasis Windows dari perusahaan Tiongkok tersebut berada dalam ketidakpastian. Kecuali Huawei berhasil mendapatkan perpanjangan lisensi dari Microsoft, perusahaan tersebut harus meninggalkan Windows dan beralih ke Linux atau sistem operasi buatannya sendiri, HarmonyOS. Dengan dominasi Apple di pasar laptop premium serta posisi Windows yang kuat di dunia bisnis dan gaming, transisi tersebut bisa membuat laptop Huawei menjadi kurang menarik di pasar luar Tiongkok. Huawei sendiri telah menyatakan niatnya untuk meninggalkan Windows pada model laptop masa depan mereka. Sebagai langkah konkret, perusahaan akan merilis perangkat yang disebut "AI PC" pada April mendatang. Kabarnya, laptop baru tersebut akan ditenagai oleh prosesor Kunpeng buatan Huawei dan sistem operasi HarmonyOS. Menggantikan Copilot+, ia akan dilengkapi...

Cara Menggunakan Mode Kamera Makro Pada Smartphone

Kamera makro sudah banyak digunakan dan ditanamkan pada smartphone-smartphone masa kini. Fungsi dari kamera tersebut adalah untuk memperjelas objek yang berada dalam jarak yang sangat dekat atau memfoto objek yang kecil dengan detail yang lebih jelas dan bagus.  Contoh objek yang dapat difoto menggunakan kamera macro di antaranya seperti kapiler-kapiler daun, muka-muka serangga kecil seperti semut, bola mata binatang peliharaan Anda dan lain-lainnya. Namun apakah untuk memotret macro harus menggunakan kamera profesional? Jawabannya tentu tidak. Macro photography bisa dilakukan lewat smartphone Lalu, bagaimana caranya untuk mendapatkan foto makro yang detail menggunakan smartphone milik Anda? Nah kali ini kita akan bahas bagaimana caranya untuk mengambil foto makro menggunakan smartphone Android dan iPhone. Kita juga akan merumuskan bagaimana sih tips dan triknya untuk menggunakan kamera makro ini. Android Banyak handset Android memiliki kamera makro yang khusus. Pengguna bi...

Microsoft Tak Sengaja Hapus Copilot Akibat Windows Update

Ada hal unik terjadi baru-baru ini. Microsoft mengakui bahwa pembaruan Windows terbaru telah secara tidak sengaja menghapus Copilot dari beberapa sistem Windows 10 dan Windows 11. Bug tersebut muncul setelah pembaruan kumulatif bulan Maret yang dirilis pada 11 Maret, yakni KB5053598 untuk Windows 24H2 dan KB5053606 untuk Windows 10 22H2. Microsoft menyisipkan peringatan ini secara diam-diam dalam dokumen dukungan yang diperbarui beberapa hari setelah Patch Tuesday dirilis. “Kami menyadari adanya masalah dengan aplikasi Microsoft Copilot yang memengaruhi beberapa perangkat. Aplikasi ini secara tidak sengaja dihapus dan tidak lagi tersemat di taskbar,” ungkap Microsoft. Namun, Microsoft 365 Copilot tetap tidak terpengaruh oleh bug tersebut. Copilot untuk Windows sendiri tampaknya masih terus mengalami kendala. Untuk saat ini, bagi pengguna yang terdampak Windows Upadate tersebut, Microsoft menyarankan mereka untuk mengunduh ulang Copilot dari Microsoft Store dan menyematkannya kembali ke...