Luar biasa. Oracle baru saja mengumumkan kesepakatan besar dengan AMD untuk membeli 30.000 akselerator AI Instinct MI355X. Pengumuman ini disampaikan dalam laporan keuangan kuartal kedua 2025, di mana Larry Ellison secara santai menyebut bahwa perusahaannya telah menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar dengan AMD.
Langkah ini menjadi menarik perhatian karena sebelumnya Oracle telah berkomitmen mendukung Nvidia melalui Project Stargate, sebuah klaster AI raksasa dengan 64.000 unit GPU Nvidia. Keputusan Oracle untuk berinvestasi dalam hardware AMD menandakan bahwa dominasi Nvidia di pasar akselerator AI mungkin mulai goyah.
AMD Instinct MI355X merupakan pesaing langsung GPU Nvidia generasi terbaru, Blackwell B100/B200. Menggunakan proses fabrikasi 3nm dari TSMC dan arsitektur CDNA 4, chip ini dibekali dengan 288GB memori HBM3E dan bandwidth mencapai 8TB/detik. Dukungan untuk format FP6 dan FP4 menambah daya tariknya bagi kebutuhan AI.
Pesanan besar Oracle ini mengindikasikan bahwa AMD perlahan-lahan mulai menggoyang dominasi Nvidia yang selama ini menguasai sekitar 90 persen pasar chip AI. Sebelumnya, AMD sempat mencetak beberapa kemenangan di tahun 2024, seperti dengan MI300X yang dikirimkan ke Vultr dan Oracle. Namun, pesanan kali ini menjadi langkah paling serius dalam menantang posisi Nvidia.
Ellison menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada efisiensi biaya. "Jika sistem berjalan lebih cepat dan Anda membayar per jam, maka biayanya lebih rendah," ujarnya. Strategi pusat data Oracle tetap mengutamakan skala kecil yang dapat berkembang sesuai permintaan.
Sementara itu, proyek Stargate Oracle yang menggunakan 64.000 GPU Nvidia GB200 masih berjalan. Ellison tetap optimis bahwa proyek ini akan menjadi inisiatif pelatihan AI terbesar di dunia. Dengan langkah Oracle yang semakin terbuka terhadap AMD, persaingan di pasar akselerator AI semakin menarik untuk disimak.